Kamis, 17 Januari 2013

grammar games


Memory tricks
Grammar       : Past simple
Level               : Lower-Intermediate
Time                : 30 menit
Materials         : Story (for your use only)
In Class
1.      Send four of your better students out of the room with an exercise they can do outside in about 15 minutes.
2.      Dictate a story to the others. The story should be fairly easy for the languange level of the class, e.g. at lower –intermediate level:

Story
The time about 200 years ago in Paris. The streets were full of people. They were angry. They broke shop windows, they burned down houses, they were rioting.
A colonel came to clear a square. His soldiers raised their guns. There was silence .
The colonel stood on a wall.
‘ladies and gentlemen,’he shouted.’I have orders the to fire on the mob. I can see only good, honest people. I want all the good, honest people to leave the square, because i want to fire the mob!’
Two minutes later the square was empty.


3.      Make sure they understand all the words in the story.
4.      Explain that one student in the group is to prepare to read the story aloud to one of the four who have gone out. Then the student will be allowed to ask two questions about the story.
The second ‘outside’students will be brought back in, and the first one will tell the story he or she heard to the second one. During this telling the group are to note down how the story gets changed using these three categories :
Things added             Thing left out            Things changed
5.      ‘Outside’student A comes back in . A group member reads him or her the story twice. He or she has the right to ask two questions about the story.
‘Outside’Student B comes back in and A tells the story as he or she understand it. B can ask A two questions . C is brought in and B tells the story. C  can ask two questions. D comes in  and C tells the story to him or her. D can ask two questions . D then tells his or her by now much modified story the group. Finally someone in the group reads out the original story. Meanwhile the people in the group have been taking notes.
6.      Put the three categories up on the board and ask people to volunteer what was added, left out or completely changed/distorted.

Nia Nurhasniza@home january17,2013

Makalah kewirausahaan


BAB 1
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Di antara makhluk hidup yang di ciptakan Tuhan Yang Maha Esa, manusia merupakan makhluk yang paling sempurna. Manusia membutuhkan pekerjaan agar memperoleh penghasilan untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Di antara manusia tersebut ada beberapa orang yang mendapat kesempatan dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri bahkan dapat membuka lapangan kerja untuk orang lain.
Dalam rangka pemerataan hasil-hasil pembangunan perlu lebih di tingkatkan dan diperluas usaha-usaha untuk memperbaiki penghasilan kelompok masyarakat yang mempunyai mata pencaharian rendah, seperti buruh tani, pedagang kecil, petani menggarap yang tidak memiliki lahan peternak kecil, nelayan, ataupun pengrajin.
Pengusaha golongan ekonomi lemah termasuk pengusaha informal dan tradisional perlu ditingkatkan dan dibina untuk meningkatkan kemampuan usaha dan pemasaran dalam rangka mengembangkan kewirausahaan, antara lain melalui pendidikan dan latihan serta penyuluhan dan bimbingan, dengan mengikut sertakan pengusaha besar dan menengah.
Dan kini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan melalui penyediaan yang memadai untuk berbagai kemudahan dan bantuan seperti, kredit dan permodalan, tempat berusaha bimbingan teknologi cepat, dsb. Olehkarena itu, kini masyarakat hanya perlu mengetahui bagaimana cara mereka memulai usaha, bagaimana mereka mengembangkan usahanya dan mengelola barang-barang yang akan dibuat tersebut menjadi produk jual yang berkualitas dan produk-produk tesebut bisa menarik hati konsumen.

2.      Rumusan Masalah
1.      Apakah Pengertian wirausaha?
2.      Bagaimana cara memulai usaha ?
3.      Begaimana cara mengembang kan sebuah usaha?


BAB II
PEMBAHASAN
1.      Pengertian Wirausaha
Istilah wirausaha diperkenalkan oleh Prof. Dr. Suparman Sumahamijaya pada tahun 1975 dengan menjabarkan dalam istilah aslinya yaitu entrepreneur, dalam arti mereka yang memulai usaha baru., menanggung segala resiko, dan mendapatkan keuntungan.
Kata “Wirausaha” merupakan terjemahan dari istilah bahasa inggris entrepreneur, yang artinya adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk melihat dan menilai kesempatan peluang bisnis. J. B. Say menggambarkan pengusaha sebagai orang yang mampu memindahkan sumber-sumber ekonomi dari tingkat produktivitas rendah ke tingkat produktivitas tinggi karena mampu menghasilkan produk yang lebih banyak.
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Menurut dari segi etimologi (asal usul kata ). Wira, artinya pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, gagah berani, berjiwa besar, dan berwatak agung. Usaha, artinya perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi, wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Wirausaha dapat mengumpulkan sumber daya yang di butuhkan guna mengambil keuntungan dari padanya, dan mengambil tindakan yang tepat guna untuk memastikan keberhasilan usahanya. Wirausaha ini bukan faktor keturunan atau bakat, tetapi sesuatu yang dapat dipelajari dan dikembangkan.


2.      Bagaimana Memulai Usaha
Untuk memulai suatu Usaha/Bisnis, perlu kita perhatikan beberapa hal sebagai berikut diantaranya :
o   Tentukan dulu bentuk/jenis Usaha.
Jika seseorang akan membentuk bisnis/usaha, langkah pertama yang harus dilakukan adalah tentukan dulu bentuk/jenis usaha yang akan dijalankan. Pilihan bentuk/jenis usaha tersebut akan mengakibatkan berbagai karakteristik yang mempengaruhi jalannya usaha tersebut nantinya. Kita bisa saja memilih bisnis yang yang sesuai dengan  kesukaan/hobby pada suatu bidang tertentu. Berdasarkan dari pengalaman dan survei telah menunjukkan bahwa bila seseorang menjalankan bisnis yang didasari atas sesuatu yang dia sukai/hobby, maka biasanya  dia akan cukup memiliki kesiapan mental untuk menjalankannya dan bisnisnya akan cepat berkembang, di samping itu yang bersangkutan biasanya tidak cepat menyerah dalam menjalankan bisnisnya nanti.
o   Ukur kemampuan/keahlian kita. 
Untuk memulai usaha yang telah kita pilih tersebut, mulai lah dengan melihat/mengukur keahlian yang sudah kita miliki dalam bidang bisnis tersebut. Jika kita masih merasa belum memiliki keahlian yang cukup dapat juga kita mempelajari dulu bisnis tersebut, misalnya dengan cara melihat atau belajar dari orang-orang yang sudah sukses di usaha sejenis.  Di sini juga diperlukan kemahiran kita mencari orang lain yang sudah sukses dalam bidang tersebut, yang juga kita yakini bisa sebagai mentor (yang akan membimbing, tempat belajar, atau memfasilitasi) kita untuk memulai usaha yang kita pilih. Untuk memulai usaha memang perlu persiapan, di antaranya pesiapan mental dan keahlian/ketrampilan yang berkenaan dengan usaha yang kita pilih tersebut.
o   Lihat peluang Usaha.
Hal yang perlu juga dipikirkan  untuk memulai usaha adalah seberapa besar peluang dari usaha yang akan kita jalankan tersebut. Ada pepatah mengatakan "Jangan lah buat apa yang bisa kita buat, tetapi buat lah apa yang bisa kita pasarkan". Sebaiknya memulai usaha jangan dimulai dari yang kita sifatnya coba-coba, tetapi mulai lah dari usaha yang ada peluangnya atau dengan kata lain, pada saat kita baru memulai usaha sebaiknya mulai lah usaha dengan sesuatu yang memang sudah ada peminatnya dan dibutuhkan banyak orang.
o   Mulai dulu dengan Usaha berskala kecil.
Untuk mencoba memulai usaha, dapat kita jalankan dengan skala yang kecil dulu sebagai ajang belajar. Kemudian atas kemajuan yang kita sudah capai, mulai lah kita mengembangkan usaha tersebut sedikit demi sedikit, namun pasti. Hal ini sangat penting Karena bila skalanya kecil kita akan cukup mudah dalam mengendalikan usaha tersebut, di samping kita bisa belajar secara lebih mendetail atas apa saja yang berkaitan dengan usaha tersebut.
o   Semangati diri secara konsisten dan fokus.
Untuk memulai dan menjalankan usaha perlu ada pendorong. Pendorong banyak macamnya. Ada yang karena keterdesakan, kebutuhan yang menjadi pendorong, ada juga yang karena impian yang tinggi sebagai motivator kita untuk mau berbisnis, atau karena hal-hal lainnya. Memang diawal kita memulai suatu bisnis, biasanya kita semangat. Namun jangan lupa bahwa letak ujian kita untuk sukses memulai usaha biasanya diukur dalam waktu 6 bulan s.d 1 tahun sejak kita memulai bisnis tersebut. Karena pada masa awal tersebut lah kita diuji. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa pengalaman menunjukkan, bila kita sudah berani memulai berarti 50% sukses sudah di tangan, ke depannya tinggal bagaimana kita me"manage" usaha tersebut. Ini juga yang perlu menjadi perhatian kita dalam memulai usaha. Semangat kita harus selalu (dan secara konsisten) ditumbuhkan. Jangan panasnya semangat hanya pada saat diawal saja, melainkan harus dijaga agar setiap hari konsistensi semangat tersebut tetap terjamin sampai kita benar-benar SUKSES.
o   Selalu membangun Relationship/Networking. 
Dalam usaha atau bisnis, kita tidak bisa lepas dari silaturrahim atau menjaga hubungan dengan baik (Relationship/Networking) karena perlu diketahui bahwa modal berupa uang bukan segalanya, dan bukan syarat utama dalam memulai usaha atau bisnis. Dengan selalu menjaga jalinan silaturahim yang baik dengan partner atau colega kita hal tersebut bisa menjadi sesuatu yang lebih berharga dibandingkan modal berupa uang pada saat kita akan memulai usaha yang akan kita jalani.
Selain dari langkah-langkah bagaimana memulai usaha diatas,, Salah satu contoh nyata, orang yang berkemauan kuat dan bisa sukses berkat kerja kerasnya yakni Andrie Wongso. Meski dari keluarga miskin, ia memiliki sebuah prinsip: yakni "Sukses adalah hak saya" berkat kemauan, ketekunan, keuletan dan kerja kerasnya ia mampu menjadi pengusaha sukses hingga kini.

Apa yang dilakukan Andrie Wongso dan banyak pengusaha sukses lain  adalah  bisa diwakili oleh sebuah kalimat bijak yang sudah sering kita dengar, yakni asal ada kemauan, pasti ada jalan, "When there is a will, there is a way."  jika kita sudah ada kemauan, usaha apa yang bisa ditekuni, Pilihannya sangat beragam. Untuk mengeksplorasi jenis usaha apa saja yang bisa ditekuni sebenarnya cukup gampang. Modalnya hanyalah ATM, yakni Amati, Tirukan, dan Modifikasi.
1.      Amati
Yang perlu dilakukan hanyalah dengan melihat sekeliling Anda. Ada banyak bertebaran jenis usaha yang bisa Anda tekuni. Mulai dari yang sudah banyak digeluti oleh orang lain, maupun usaha-usaha yang menurut Anda masih jarang yang disentuh orang lain. Atau, dari pengamatan itu, barangkali Anda bisa menemukan sejumlah kebutuhan orang yang belum tersentuh sehingga bisa jadi ladang bisnis yang baru.

2. Tirukan
Untuk menjalankan bisnis yang berhasil, coba tirukan bisnis yang ramai mendapat pelanggan di sekitar Anda. Misalnya Anda melihat pedagang bakso yang ramai. Coba, lihat apa yang membuatnya laris. Apakah lokasinya, rasanya, atau mungkin pelayanannya yang unik. Tirukan saja, apa kunci sukses yang membuatnya ramai. Salah satu cara meniru yang sekarang sedang tren yaitu usaha dengan sistem waralaba. Pemilik usaha dengan sistem waralaba sebenarnya sudah merelakan usahanya di-copy paste oleh jaringan waralabanya, dan itu sah-sah saja, bahkan senang karena jaringan usahanya makin membesar. Karena itu, jangan segan jika bertemu dengan bisnis yang ramai, kalau mau ajaklah kerja sama, dengan begitu dalam meniru langkah suksesnya Anda bisa lebih pasti.

3. Modifikasi
 Kalau sudah menemukan jenis usaha yang akan dicontoh, jangan asal contek saja. Ubahlah berdasar kreativitas Anda. Misalnya biar makin ramai Anda gunakan cara yang unik yang bisa menarik hati pelanggan.





3.      Bagaimana Cara mengembangkan usaha
o   Jeli melihat pasar
Dalam hal ini, kebanyakan konsumen lebih memilih dan membeli produk yang sedang tren meskipun dalam kualitas produknya nomor 2 daripada kualitas produk nomor 1 tapi produknya ketinggalan jaman (dalam bidang garmen/usaha pakaian). Seandainya dalam bidang makanan, konsumen lebih membeli produk yang mempunyai kualitas, mutu, dan bergizi serta rasa yang enak.
o   Menjalin komunikasi dengan orang lain
Maksudnya agar tidak ketinggalan informasi diperlukan mata-mata dalam menjalankan usaha, tentunya mata-mata dalam ati positif yaitu orang yang bertugas mengumpulkan informasi untuk mendukung kemajuan usahanya. Memperluas jaringan komunikasi sangatlah penting selain mempermudah mendapatkan informasi juga dapat memperluas daerah pemasaran.
o   Berani berinvestasi
Sebagai pemula dalam usaha dengan dana/modal yang terbatas, diharapkan untuk berani menjual asset sendiri yang dapat menghasilkan uang untuk berinvestasi ataupun berusaha mengkredit uang dengan orang lain dengan syarat harus adanya pertanggungjawaban untuk melunasinya.
o    Focus dalam usahanya
Kelemahan dari para wirausahawan selama ini  adalah tidak mampu mengelola kesuksesan yang telah dicapai dengan melakukan tindakan yang tidak terkendali. Sebagai contoh, beberapa pengusaha garmen tergiur keuntungan sesaat dari bisnis valas  saat krisis moneter 1998, akhirnya mereka mencoba berbisnis valas sedangkan bisnis garmennya terbengkalai. Sementara bisnis valasnya merugi akibat ketiadaan pengalaman bisnis financial, maka pengusaha tersebut gulung tikar.
o   Promosi
Dengan adanya promosi, masyarakat dapat mengenal produk yang ditawarkan. Sehingga konsumen dapat tertarik membeli produk yang telah dibuat. Para wirausahawan dapat mengambil alternatifnya yakni, dengan mengikuti bazaar, karena bazaar adalah sarana promosi yang murah dan dapat dijadikan momen untuk mengambil keuntungan. Setelah itu baru mempersiapkan brosur ataupun spanduk.
o   Pemasaran yang dilakukan para wirausahawan
Dapat memilih tempat yang strategis. Dan dalam hal memproduksi barang dan penamaan tempat (toko) perlu adanya keunikan. Karena dengan keunikan suatu barang, maka kemungkinan banyak konsumen yang mencari, dan semakin besar peluang untuk mendapatkan keuntungan besar, dalam hal ini juga dapat memberikan nilai tambah didalam penjualan produk atapun memberikan nilai diskon apabila pembelian banyak.
o   Pertimbangan untuk mengembangkan bisnis
Yakni dengan jalan Waralabalisensi atau peluang bisnis ataupun distribusi wholesale.



























BAB III
PENUTUP
1.      Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan :
o   Kata “Wirausaha” merupakan terjemahan dari istilah bahasa inggris entrepreneur, yang artinya adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk melihat dan menilai kesempatan peluang bisnis.
o   Hal –hal yang perlu dilakukan untuk memulai usaha antara lain :
1.      Tentukan dulu bentuk/jenis Usaha.
2.      Ukur kemampuan/keahlian kita. 
3.      Lihat peluang Usaha.
4.      Mulai dulu dengan Usaha berskala kecil.
5.      Semangati diri secara konsisten dan fokus.
6.      Selalu membangun Relationship/Networking. 
o   Hal –hal yang perlu dilakukan untuk mengembangkan usaha antara lain :
1.      Jeli melihat pasar.
2.      Menjalin komunikasi dengan orang lain.
3.      Berani berinvestasi.
4.      Focus dalam usahanya.
5.      Promosi.
6.      Pemasaran yang dilakukan para wirausahawan.
7.      Pertimbangan untuk mengembangkan bisnis.
2.      Saran
Demikian makalah ini kami tuliskan, kami sadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Oleh karena itu, saran dan juga kritik dari para pembaca sangat kami harapkan untuk perbaikan makalah ini kedepannya,amin.